Home » Besaran Tarif PPh 21 Serta 3 Metode Cara Hitung PPh 21 Yang Tepat

Besaran Tarif PPh 21 Serta 3 Metode Cara Hitung PPh 21 Yang Tepat

Untuk menentukan besaran PPh 21 yang harus dibayar oleh setiap wajib pajak haruslah dihitung dengan cara yang tepat. Cara hitung PPh 21 ini bisa dengan mudah dihitung sendiri oleh setiap wajib pajak jika ingin membayar pajaknya.  Para wajib pajak akan diberlakukan 5-10 % dari pendapatannya. Namun, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menentukan tarif PPh 21.

Setelah mengetahui dasar pengenaan pajak, peserta pajak dapat menentukan sendiri cara hitung PPh 21-nya berdasarkan pendapatan yang dimiliki. Persentase tarif pajak PPh 21 yang ditentukan dalam Undang-undang terhitung mulai dari 5% sampai 30%.

Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 sifatnya progresif. Hal itu karena semakin tinggi penghasilan, maka semakin naik juga pajak yang ditentukan. Tarif PPh 21 dibedakan menjadi 2 yaitu peserta yang memiliki NPWP dan yang tidak memiliki NPWP. Pembagiannya tarif pajaknya pun juga berbeda di setiap jenisnya. Bagi para peserta yang memiliki NPWP, tarif PPh 21 dihitung sebagai berikut.

  • Peserta wajib pajak dengan penghasilan tahunan sampai 50.000.000,-. Untuk peserta wajib pajak dengan penghasilan sebesar ini akan dikenakan persentase pajak sebesar 5% dari pendapatan yang dimiliki.
  • Peserta wajib pajak dengan penghasilan tahunan sampai 250.000.000,-.  Bagi peserta wajib pajak dengan penghasilan sebesar ini akan dikenakan persentase pajak sebesar 15% dari pendapatan yang dimiliki.
  • Peserta wajib pajak dengan penghasilan tahunan sampai 500.000.000,-. Bagi peserta wajib pajak dengan penghasilan sebesar ini akan dikenakan persentase pajak sebesar 25% dari pendapatan yang dimiliki.
  • Peserta wajib pajak dengan penghasilan tahunan diatas 500.000.000,-. Untuk peserta wajib pajak dengan penghasilan sebesar ini akan dikenakan persentase pajak sebesar 30% dari pendapatan yang dimiliki.

Dan bagi peserta yang tidak memiliki NPWP maka dikenakan ketentuan seperti berikut ini :

  • Tarif peserta yang tidak memiliki NPWP dikenakan sebesar 20% lebih tinggi daripada tarif yang dikenakan untuk penerima pajak yang memiliki NPWP.
  • Pemotongan PPh 21 itu dimaksudkan berlaku untuk pemotongan PPh 21 yang bersifat tidak final.
  • Dalam hal peserta PPh 21 yang bertindak sebagai penerima pensiun berkala atau penerima penghasilan yang tidak memiliki NPWP namun telah membuat di tengah bulan pembayaran PPh 21. Maka pembayarannya akan dikenakan sebagaimana pasal (1) dan akan diberlakukan sebagaimana mestinya di bulan-bulan selanjutnya.

Dengan ketentuan tersebut, para peserta pajak dapat lebih menentukan besarnya pajak yang akan dikeluarkan. Ketentuan-ketentuan itu sudah mutlak dan sesuai dengan Undang-undang Perpajakan. Sehingga sudah dipastikan kebenarannya.

Cara Hitung PPh 21

Cara hitung PPh 21 dapat dilakukan dengan 3 cara atau metode yang sering digunakan sebagai alternatif. Berikut ini adalah beberapa contohnya :

1. Metode Gross (Gaji Kotor Tanpa Tunjangan Pajak)

Cara hitung PPh 21 dengan metode ini adalah peserta memotong anggaran pajaknya sendiri. peserta pajak akan menerima penghasilannya secara utuh lalu memotong sesuai dengan perhitungan pajak yang berlaku. Jadi, pajak dibayarkan berdasarkan perhitungan peserta itu sendiri.

2. Metode Gross-Up (Gaji Bersih Dengan Tunjangan Pajak)

Cara hitung PPh 21 dengan metode ini adalah pemberi penghasilan atau tunjangan karyawan disertai dengan pajak yang berlaku. Sehingga peserta pajak atau karyawan menerima penghasilannya secara utuh. Penghasilan yang diberikan akan ditambahkan dengan pajak yang harus dibayarkan oleh peserta pajak.

3. Metode Net (Gaji Bersih Pajaknya Ditanggung Perusahaan)

Cara hitung PPh 21 ini yaitu dengan menunjang pajak yang dibayarkan atau ditanggung oleh perusahaan. Peserta pajak akan menerima pendapatannya dalam keadaan bersih dan pajak sudah langsung dibayarkan oleh perusahaan dengan memotong pajak dari pendapatan si karyawan. Metode ini lumayan sering dipakai oleh beberapa perusahaan untuk mempermudah pembayaran pajak karyawan mereka secara tepat waktu.

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara hitung PPh 21 serta ketentuan lainnya yang dapat dijadikan acuan untuk menghitung serta menentukan PPh 21 secara mandiri. Selain menggunakan cara manual, cara lainnya adalah dengan menggunakan gaji.id

Dengan menggunakan gaji.id, perhitungan akan semakin mudah dan cepat. Peserta pajak pun tidak perlu takut keliru dalam menghitungnya karena system gaji.id ini sangat akurat dan terpercaya. Tertarik? Hubungi Gaji.id sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *