Home » Ini 5 Cara Membuat Karyawan Betah Lembur

Ini 5 Cara Membuat Karyawan Betah Lembur

Apakah ada karyawan yang senang melakukan kerja lembur? Jawabannya bisa ya atau tidak. Ya jika ia termasuk tipe yang workaholic alias gila kerja, mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pekerjaan. Tidak jika ia berusaha menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Namun, tipe kedua pasti jauh lebih banyak daripada tipe pertama.

Namun, ada kalanya kerja ekstra tidak terhindarkan. Apalagi, dalam bidang usaha yang terus bergerak selama 24 jam 7 hari seminggu seperti perusahaan IT, hospitality (hotel dan tempat wisata), rumah sakit, atau call center. Meski tidak semua orang senang menjalaninya, tentu ada cara membuat karyawan betah lembur.

Agar Karyawan Mau Lembur

Sebagai atasan, Anda harus cermat sebelum memutuskan apakah perlu kerja di luar jam kerja atau tidak. Sebab, mereka pasti akan meminta kompensasi atas kerja ekstra tersebut. Plus, tidak semua orang ingin melakukan kerja lembur secara sukarela, sekalipun ia merupakan orang yang berdedikasi tinggi dan sangat mencintai pekerjaannya. Bagaimanapun juga, karyawan Anda punya kehidupan lain di luar kantor.

Nah, agar mereka mau melakukan pekerjaan tambahan di luar jam kerja, berikut 5 cara membuat karyawan betah lembur.

Berikan kompensasi yang sepadan

Seharusnya ini sudah tercantum dalam kontrak kerja dan peraturan perusahaan. Ada kompensasi lembur yang jelas pada karyawan yang melakukan pekerjaan overtime. Misalnya, uang lembur dihitung jika yang bersangkutan bekerja minimal 2 jam di luar jam 08.00 – 17.00. Begitu pula dengan pekerjaan yang dilakukan saat weekend atau terlibat event di luar jam kantor. Dengan memberikan kompensasi sepadan, mereka merasa kerja ekstra itu layak dilakukan.

Batasi jam kerja ekstra

Lembur pun tidak boleh berkepanjangan. Salah-salah Anda yang menanggung kerugian karena harus membayar uang lembur dalam jumlah besar. Selain tidak baik bagi kesehatan keuangan Anda, lembur yang berkepanjangan juga membuat karyawan Anda kelelahan dan berdampak pada kesehatan diri. Ujungnya, hal ini akan mengganggu produktivitas kerja mereka dan juga perusahaan Anda, bukan?

Perkirakan kapan harus lembur

Pada beberapa bidang usaha, biasanya sudah diketahui kapan waktu-waktu yang membutuhkan kerja lembur. Misalnya, Anda bekerja di bagian keuangan, maka menjelang akhir bulan dan akhir tahun adalah waktu di mana kerja lembur tak terhindarkan terkait proses tutup buku. Demikian pula jika bekerja dalam bidang IT, bank, atau media. Sampaikan hal ini pada karyawan secara terbuka, sehingga mereka juga sudah tahu ini adalah konsekuensi dari pekerjaan yang dijalani. Plus, mereka dapat mengelola waktu pribadinya, sehingga tidak kaget dan protes begitu harus lembur.

Ciptakan suasana kerja lembur yang menyenangkan

Lembur saat weekend bisa jadi menyebalkan karena saat semua orang libur, karyawan Anda harus masuk kerja. Cobalah menciptakan suasana kerja yang lebih santai dan menyenangkan ketika mereka harus bekerja saat akhir pekan. Misalnya, menerapkan dress code unik atau mengakhiri hari dengan menyantap makanan lezat dari layanan antar bersama-sama.

Berikan hari cuti ekstra

Lelah melakukan rentetan pekerjaan di luar jam kerja selama beberapa hari, karyawan Anda layak untuk beristirahat sejenak dan recharge diri. Berikan hari cuti tambahan bagi mereka yang telah bekerja keras, katakanlah 1 – 2 hari. Atau persilakan mereka pulang lebih awal pada hari berikutnya. Apresiasi kecil semacam ini menunjukkan bahwa Anda menghargai dan berterima kasih atas kerja keras mereka.  

Itulah 5 cara membuat karyawan betah lembur yang dapat Anda coba lakukan. Meski terdengar cukup mudah dilakukan, tetap saja jangan terlalu sering meminta mereka bekerja ekstra di luar jam kerja. Cukup lakukan sesekali ketika memang hal tersebut sangat dibutuhkan dan tidak bisa dihindari, sehingga kinerja karyawan Anda tetap optimal dan produktivitas mereka terjaga.

Selain itu jangan sampai kita salah juga dalam menghitung upah lembur karyawan, karena jika sampai salah menghitung bisa-bisa motivasinya jadi menurun lho. Maka dari itu gunakan aplikasi seperti gaji.id yang dapat membantu menghitung lembur karyawan dan upahnya secara otomatis sesuai data absensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *