Home » Pengertian Dan Tahapan Yang Ada Dalam Penilaian Kinerja

Pengertian Dan Tahapan Yang Ada Dalam Penilaian Kinerja

Dalam dunia kerja pasti sudah tidak asing dengan istilah penilaian kinerja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan performance appraisal. Perlu diketahui bahwa setiap perusahaan sering kali menggunakan performance appraisal sebagai dasar dari pemberian gaji, kenaikan gaji, pemberian bonus dan promosi.

Selain itu penilaian tersebut juga dapat digunakan juga sebagai dasar untuk penurunan jabatan dan juga pemutusan kerja atau PHK. Bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang performance appraisal, berikut adalah penjelasan tentang pengertian dan tahapan performance appraisal.

Pengertian Penilaian Kinerja / Performance Appraisal

Performance appraisal adalah sebuah evaluasi sistematis terhadap tenaga kerja atau karyawan yang bertujuan untuk memahami kemampuan setiap karyawan sehingga nantinya dapat merencanakan pengembangan karir. Jadi penilaian kerja ini mempunyai tujuan untuk menilai serta mengevaluasi kemampuan, keterampilan, pencapaian dan pertumbuhan setiap tenaga kerja atau karyawan.

Tahapan Dalam Penilaian Kinerja / Performance Appraisal

Perlu diketahui bahwa dalam melakukan penilaian dan pengevaluasian terhadap karyawan membutuhkan beberapa proses dan tahapan. Berikut adalah beberapa tahapan yang ada dalam performance appraisal :

1. Menetapkan Standar Kinerja

Proses atau tahapan pertama yang harus dilakukan dalam performance appraisal adalah penetapan standard kinerja. Nantinya, seorang manajer harus bertanggung jawab dalam menentukan keterampilan dan kemampuan apa yang harus dievaluasi. Standard-standar kinerja tersebut nantinya harus dimasukkan ke dalam deskripsi jabatan dan analisis jabatan.

Standar kinerja harus dibuat dengan jelas dan obyektif supaya para karyawan dapat memahaminya dengan mudah. Jadi standard kinerja tidak boleh dibuat secara samar-samar, karena hal tersebut tidak dapat menegaskan standard kinerja dengan jelas.

2. Mengkomunikasikan Stadar Kinerja Kepada Karyawan

Apabila standar kinerja sudah dirancang dengan sedemikian rupa, maka standard kinerja tersebut perlu dikomunikasikan dan dirundingkan kepada para karyawan. Hal tersebut bertujuan agar para karyawan mengetahui dan memahami apa yang diharapkan oleh perusahaan. Jika standard kinerja tidak dikomunikasikan kepada para karyawan maka hal tersebut akan dapat mempersulit penilaian kinerja.

3. Mengukur Kinerja Nyata

Pengukuran kinerja nyata dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi-informasi yang didapat dari berbagai sumber misalnya saja laporan lisan, laporan statistik, pengamatan dan laporan tertulis. Perlu diketahui bahwa pengukuran kinerja nyata harus dibuat berdasarkan fakta dan temuan yang ada.

4. Membandingkan Kinerja Nyata Dengan Standar Yang Ditentukan

Tahap selanjutnya dalam melakukan penilaian kinerja adalah membandingkan kinerja nyata dengan standard kinerja yang sudah ditentukan sebelumnya. Dalam perbandingan tersebut akan terjadi penyimpangan antara kinerja nyata dan standard kinerja. Penyimpangan tersebut nantinya akan dilakukan perbaikan.

5. Merundingkan Hasil Penilaian Dengan Karyawan

Proses selanjutnya yang harus dilakukan seorang manajer adalah mendiskusikan atau merundingkan hasil penilaian dengan para tenaga kerja atau karyawan yang bersangkutan. Perlu diketahui bahwa proses yang satu ini merupakan sebuah proses yang menantang bagi seorang manajer.

Hal tersebut dikarenakan, nantinya seorang manajer harus menyiapkan dan menyajikan penilaian yang benar-benar akurat. Dengan adanya penilaian yang akurat, maka diharapkan para karyawan nantinya akan menerima hasil penilaian tersebut.

Merundingkan hasil penilaian kinerja ini nantinya akan membuat para karyawan mengetahui kekuatan dan kelemahannya di masa yang akan datang. Dampak yang ditimbulkan bisa negatif dan positif, tergantung dengan penilaian yang disajikan oleh manajer.

6. Mengambil Tindakan Korektif

Proses Performance appraisal yang terakhir adalah pengambilan tindakan korektif atau perbaikan. Jadi jika nantinya timbul penyimpangan antara standard kinerja dan kinerja nyata yang sudah dikomunikasikan kepada karyawan, maka nantinya akan dilakukan sebuah perbaikan. Dengan begitu maka selanjutnya pihak dari perusahaan dan karyawan harus mengambil sebuah tindakan untuk memperbaiki kinerjanya.

Itu tadi merupakan beberapa penjelasan tentang pengertian dan tahapan yang ada dalam Performance appraisal. Penilaian tersebut nantinya sangat berpengaruh terhadap kenaikan gaji, pemberian bonus dan lain-lain, maka dari itu untuk mempermudah pembuatan penilaian kinerja, alangkah baiknya untuk menggunakan bantuan aplikasi yang berkualitas seperti Gaji.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *