Home » Tips Sukses Rekrutmen di ERA Bisnis Digital

Tips Sukses Rekrutmen di ERA Bisnis Digital

Rekrutmen merupakan sebuah pintu awal membangun organisasi yang solid. Salah merekrut karyawan akan semakin sulit dalam mencapai target organisasi. Alih-alih memberikan kontribusi positif kepada organisasi, yang terjadi malah menjadi virus bagi karyawan yang ada. Ini pentingnya rekrutmen sebagai salah satu ujung tombak kesuksesan organisasi dan titik kritikal dari seluruh proses HR.
Tantangan tim rekrutmen pun semakin berubah dengan perubahan bisnis ke arah digital. Tenaga kerja memang semakin banyak, tapi untuk tenaga kerja kompeten sangat terbatas dengan sumber yang terbatas pula. Kompetitor perusahaan tidak hanya memperebutkan nilai penjualan, namun bisa saling curi tenaga kerja atau dikenal dengan hijack talent. Oleh karena itu, rekrutmen sekarang ini perannya bukan hanya menyeleksi kandidat saja, namun sudah berubah menjadi seorang salesman. Salesman yang memperkenalkan perusahaan kepada seluruh pencari kerja. Produk yang dijual adalah tidak hanya gaji, jenjang karir dan tunjangan saja, namun lingkungan kerja, fasilitas perusahaan, dan nilai budaya perusahaan yang ditawarkan kepada calon karyawan.
Dunia kerja sekarang banyak sekali perubahan dalam kurun 5 tahun terakhir. Sudah bukan jamannya lagi mencari pekerjaan melalui media cetak dan koran. Data BPS Februari 2017 menyebutkan karyawan berusia 20-34 tahun berjumlah 43 juta atau 34,5 persen dari total angkatan kerja. Usia ini adalah usia produktif bergenre millenials. Gen millennials adalah generasi yang tumbuh di tengah hiruk pikuk perkembangan gadget dan teknologi wireless sehingga media sosial dan internet adalah kebutuhan utama. Informasi lowongan kerja semakin mudah diakses hanya dengan sebuah telepon genggam bernama smartphone.

Dengan hadirnya generasi millennials yang memberi warna pasar tenaga kerja, strategi perusahaan dalam proses rekrutmen juga harus dapat menyesuaikan pola pencarian kerja mereka. Berikut strategi rekrutmen yang dapat dijalankan :

  • Pembuatan company profile

Profil perusahaan sudah lagi tidak dibuat dalam bentuk flyer atau hard copy yang dibagikan. Segmen yang dituju adalah generasi millennials yang lebih sering memegang smartphone, maka strategi yang tepat adalah membuat video yang berisi kondisi lingkungan kantor, testimoni karyawan, fasilitas kantor dan suasana kantor. Video blog atau yang dikenal Vlog bisa dibagikan melalui media sosial dan diunggah di Youtube. Dengan bentuk audio visual, company profile akan secara nyata dapat dilihat dan dirasakan. Untuk actor para pemain video, bisa mengguanakan jasa vendor atau dari karyawan internal. Jadi, pengalaman bekerja karyawan yang ada di perusahaan tersebut begitu tampak sehingga membuat calon kandidat benar-benar ingin bekerja di organisasi kita.  

  • Pemilihan alat seleksi test

Alat seleksi test sudah berubah menjadi sebuah simulasi games dan permainan yang menarik. Alat test ini pun ditunjang dengan teknologi digital sehingga hasilnya lebih cepat dibanding dengan pemeriksaan secara manual. Dengan tidak mengabaikan kompetensi yang diseleksi, test dalam simulasi permainan ini memberikan kesan, perusahaan yang kekinian dan mengikuti perkembangan zaman sangat tepat untuk calon karyawan bergenre millennials.

  • Membangun kerjasama dengan sekolah-sekolah

Sekolah atau lembaga pendidikan yang sudah terbukti kualitasnya bisa menjadi salah satu strategi mendapatkan kandidat terbaik. Kerjasama yang dijalin dapat menjadi mutualisme bagi lembaga pendidikan dan perusahaan. Bagi perusahaan mendapatkan kualitas karyawan yang kompeten dan bagi lembaga pendidikan semakin diakui karena berhasil menghasilkan pelajar yang terbukti kompeten dalam dunia kerja. Kerjasama jangka panjang, perusahaan dapat memasukkan kurikulumnya di dalam lembaga pendidikan tersebut untuk dapat mengajarkan kompetensi yang diharapkan. Tenaga pengajarnya dapat didatangkan langsung dari perusahaan tersebut.

  • Menggunakan Head Hunter

Ketika waktu terus bergulir dan tim rekrutmen tidak dapat segera mendapatkan karyawan yang diharapkan, maka menggunakan head hunter dapat dipertimbangkan. Lebih cepat mendapatkan kandidat, tim rekrutmen pun bisa fokus dengan pekerjaan yang lain, namun dibarengi juga biaya yang relatif mahal. Perhitungan jasa head hunter biasanya menggunakan prosentasi dari gaji setahun yang ditawarkan pada calon kandidat karyawan. Starategi ini sangat tepat untuk posisi level managerial hingga eksekutif.

Pada akhirnya tidak ada calon karyawan yang sempurna, sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. Tugas rekrutmen memprediksi kareakter dan kompetensi calon karyawan, minimal gap yang terjadi tidak besar. Strategi termudah dan wajib bagi tim rekrutmen adalah memperlakukan calon karyawan apapun level yang sedang direkrut dengan ramah dan baik. Tidak membiarkan mereka menunggu lama berjam-jam untuk mengikuti proses seleksi. Bisa jadi mereka akan membicarakan situasi kondisi perusahaan kita kepada teman-temanya atau di media sosial. Company branding yang sudah dibuat dapat hancur karena kita tidak memperlakukan mereka dengan baik. Perlakukan calon karyawan seperti kita ingin diperlakukan ketika sedang mencari pekerjaan karena pada dasarnya kita memiliki posisi yang sama dengan pencari kerja. Perusahaan butuh tenga professional, mereka butuh aktualisasi dan penghargaan.

Agar HRD lebih fokus dalam merekrut, hal hal seperti administrasi oenggajian, pehitungan gaji karyawan, absensi, perhitungan tunjangan, BPJS, dan Pajak PPh 21 akan lebih baik menggunakan payroll system. Selain lebih efisien, payroll sistem juga ringan biaya investasi. Seperti gaji.id yang dapat mengerjakan seluruh kebutuhan payroll dan perpajakan dengan mudah, serta ringan investasi. Selain itu, menggunakan aplikasi dapat mempermudah pekerjaan, karena perusahaan dapat mensetting kebutuhan dalam aplikasi yang digunakan. Cukup canggih bukan?

Tidak hanya merekrut sumber daya manusia saja, tetapi perusahaan juga harus mulai ‘melek’ teknologi dan berani menginvestasikannya. Sehingga semua dapat berjalan otomatis efektif membangun perusahaan.

~ Written by Luthfi 
see another article Here ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *